Kamis, 30 Januari 2014

Biodata Melody JKT48

                                                  Biodata & Fakta Melody JKT48
  • Nama : Melody Nurramdhani Laksani
  • Nama Panggilan : Melo
  • TTL : Bandung,  Maret 1992
  • Zodiak : Aries
  • Golongan Darah : O
  • Agama : Islam
  • Bahasa yang dikuasai : Indonesia dan Sunda
  • Tinggi Badan : 150 cm
  • Tahun Aktif : 2011 - sekarang
  • Artis Terkait : JKT48
  • Genre : Jpop
  • Website JKT48 : http://www.jkt48.com/
  • Nama Twitter : @melodyJKT48
  • Nama Facebook : Melody Nurramdhani


Penampilan

Indonesia

  • Konser  pradebut untuk  musik 100% Ampuh Global , Bekasi Square, 17 Desember 2011
  • Peluncuran video musik "Heavy Rotation",  Center, Jakarta.
  • Konser live debut untuk program musik Inbox SCTV, 26 Januari 2012
  • I-Pop SCTV (28 Januari 2012)
  • Penampilan bersama AKB48 di Dahsyat RCTI (25 Februari 2012)
  • 100% Ampuh Global TV (29 Januari 2012 dan 10 Maret 2012)
  •  Konser JKT48 di RCTI (17 Juli 2012)

Iklan televisi

  • Pocari Sweat
  • Rakuten
  • Laurier
  •  Mio-J
  • Biore

Meet & Greet

Biodata Ayana Shahab JKT48



Biodata Ayana JKT48

Ayana Shahab atau yang akrab dipanggil Ayana/Achan lahir di Osaka, Jepang, 3 Juni 1997. dan sekarang berusia 16 tahun. adalah salah satu penyanyi Idol Group JKT48, memiliki percampuran antara ayahnya yang etnis Arab dan ibunya yang merupakan orang Jepang.

Nama                          =  Ayana Shahab
Nama Panggilan           =  Ayana/Achan
Tempat/Tanggal Lahir   =  Osaka jepang, 3 Juni 1997
Golongan Darah           = O
Horoskop                    = Gemini
Tinggi Badan                = 154cm 
Jikoushokai (salam perkenalan) : Meskipun mataku sayu, aku akan selalu menghiburmu.. Aku Ayana!

Fakta tentang Ayana Shahab JKT48 

= AgamaIslam
Warna FavoritLight Blue
= Suka: Tidur
Dia memiliki darah keturunan Jepang dari ibunya
Ayana adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Pertama Zaki adalah kaka tertua yang tinggaldi Jepang   dan yang kedua adalah kaka perempuan nya
= Fasih dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang

Dia mudah tertawa dan mudah menangis. 
Karakter Favorit: Stitch dan Doraemon
= Grup Favorit: AKB48 
= Member Favorit AKB48: Minami Takahashi


Achan sangat suka sama boneka Doraemon dan film favoritnya Doraemon juga. Ayahnya keturunan Timur Tengah sedangkan Ibunya asli Jepang, intinya Achan berdarah Indonesia, Arab, dan Jepang. Ia bisa berbahasa Indonesia dan Jepang, tetapi tidak bisa bahasa Arab :D (lucu banget sih). Achan lahir di Osaka, Jepang selama beberapa tahun lalu hijrah ke Indonesia.

Beberapa fakta unik tentang Achan JKT48 :

  1. Ayana atau Achan JKT48 adalah keturunan blasteran Arab, Jepang, dan Indonesia
  2. Nomor urut Ayana atau Achan ketika audisi adalah 05
  3. Ayana atau Achan JKT48 lahir di Jepang dan tinggal disana selama beberapa tahun
  4. Ayana atau Achan JKT48 punya darah jepang dari ibunya
  5. Ayana atau Achan JKT48 punya pipi tembem (chubby) dan mata besar
  6. Ayana atau Achan JKT48 punya kebiasaan mudah untuk tidur. Makanya punya panggilan 'Sleepy Head'
  7. Ayana atau Achan JKT48 lahir di Osaka, Jepang tanggal 3 Juni 1997
  8. Ayana atau Achan JKT48 orangnya energetic dan penuh semangat. Selalu mencoba yang terbaik untuk memenuhi targetnya
  9. Warna favorit Ayana atau Achan JKT48 adalah biru muda
  10. Boneka kesukaan Ayana atau Achan JKT48 adalah Doraemon, Stitch dan My Melody
  11. Jikoushokai ( introductory greeting ) : " Hi! Enthusiasm for learning , I'm also enthusiasm to entertain you. My name is Ayana. Called Achan. "
  

Biodata & Fakta Cindy Yuvia

                                                                    Biodata Cindy Yuvia

Biodata Cindy Yuvia

Ini adalah Biodata dari Member JKT48 yang bernama Cindy Yuvia atau yang biasa dipanggil Cindvia / Yupi.

Nama Lengkap : Cindy Yuvia
Nama Panggilan : Cindvia / Yupi
Tanggal Lahir : 14 Januari 1998
Tinggi Badan : 152cm
Status Keluarga : Anak Sulung dari 2 Bersaudara
Cita - cita : Menjadi Dokter dan Pramugari
Hobby : Membaca, Menyanyi, dan Menari
Warna Favorit : Pink & Biru Muda
Makanan Favorit : Keju, Siomay, Sushi, Sate Ayam, Bakso, Nasi Goreng, & Cokelat
Jikoshoukai : Aku si Limited Edition yang selalu tersenyum,,, Aku Cindy Yuvia,,, Panggil aku Cindvia,~
Akun Twitter : @Cindvia_JKT48
Fakta mengenai Cindvia / Yupi : 
  • Yupi bergabung dengan JKT48 melalui Audisi hingga tergabung dalam Tim Trainee,,
  • Yupi terpilih ke dalam Team KIII yang beranggotakan 16 orang,,
  • Dia menyukai boneka apa saja , Terutama : Hello Kitty , Rillakkuma , Teddy Bear , & Kelinci,,
  • Yupi tidak terlalu suka bola, jika ditanya tentang bola dia akan "mendukung semua club sepakbola",,
  • Selalu mengisi waktu luang dengan membaca Komik / Novel,, #TipePemalas
  • Hampir tiap saat mengingatkan kita untuk "mam" alias makan,, #KataAndalan
  • Dulu dia suka mengupload 4 foto jadi 1, sekarang sudah jarang,,
  • Fakta lain mengenai Cindvia / Yupi : 
    • Yupi kerap dibanding - bandingkan degan Cindy yang lain yang berada di Team J [Cindy Gulla],,
    • Mereka dibandingkan karna memiliki karakter yang sama, yaitu Imut dan Kekanak-kanakan,,
    • Nama panggilannya banyak, dan dia tidak keberatan dipanggil dengan nama apapun asal tidak menghina dia,,,
    • Yupi itu tipe orang yang pemalu,,
    • Ukuran sepatu Cindvia adalah 37/38,,
    • Sebenarnya dia punya kakak, tapi kakaknya sudah meninggal,,
    • Yupi pernah menangis gara-gara disebut-sebut sebagai "Anak STM" oleh para fans JKT48 [VVota],,
    • Facta lainnya tentang Yupi : 
      • Dia suka nonton film horror tapi gak berani nonton sendiri,, #Penakut
      • Selalu ingin membalas mention" dari para fans, tetapi tidak diperbolehkan oleh Official,,
      • Sangat suka komik yang tidak berseri dan Novel tentang Remaja,, #SokDewasa
      • Tipe orang yang penyayang dan selalu ingin disayangi,,
      • Menyemangati dan disemangati adalah hal yang membahagiakan bagi Cindvia
      • Selalu mencoba untuk menjadi lebih dekat dengan para fans walaupun hanya melalui Social Media / Jejaring Sosial seperti Twitter,,
      • Cindvia juga suka bermain game, di hp ataupun nintendo ds,
    • Arigatou Ghozhaimasu (Terima Kasih) karna telah membaca Blog Saya. Gomenasai (Maaf) bila ada salah" kata. Jika ingin memberi Saran & Kritik mengenai postingan saya silahkan tinggalkan komentar.
      Atau anda bisa menghubungi saya lewat :
    • FB:Rafi Penggemar MU
    • Twitter:@RafiRansyah1

Kamis, 23 Januari 2014

Cerpen "AKHIR CERITA CINTA CINDVIA"


“AKHIR CERITA CINTA CINDVIA”



Berhubung lagi ada waktu, gue mau share nih cerpen terbaru karya gue…..
Silahkan membaca…… :D

“Cindy…….!!!! Cepetan dong… kita udah telat nih..”. Teriak Rona.

“Iya-iya.. bentar.. ini juga udah mau selesai kok..” jawab seorang gadis yang di panggil Cindy itu. Cindy segera berlari menghampiri sepupunya Rona, yang udah mulai kesal nungguin Cindy.

Ya…, hari ini adalah hari pertama Cindy Yuvia untuk masuk disekolah barunya, SMAN 15 Bandung. Sekaligus hari pertamanya untuk memulai kehidupan baru, persahabatan baru, dan kisah cinta yang baru… *ups cinta??? Gak salah..???

“Gara-gara kamu nih kita jadi telat masuk sekolah…” Kata Rona kesal.

“Lah.. kok aku sih..? jangan nyalahin aku dong, ini semua gara-gara kak Refki yang tadi mandinya lama banget, udah tau aku kesiangan, tetep aja gam au cepetan…” balas Cindy tak mau kalah.

“Ya udah lah, gimana kamu aja, tuh liat masih belum ada gurunya kan ya udah yuk masuk aja..” Ajak Rona setelah dia sampai di depan kelas.

“Eh… tunggu aku mau ke ruang guru dulu, ngurusin kepindahan aku dulu” jawab Cindy.

“Oh… ya udah, aku masuk duluan ya” ucap Rona.

“Eh… eh… ruang gurunya dimana sih, anterin aku dong, please” kata Cindy.

“Hmm…. Ya udah ayo ke ruang guru dulu”

~Sesampainya di Ruang guru.

“Permisi Bu ini ada murid baru, katanya mau ketemu Ibu buat ngurusin kepindahannya. ” Ucap Rona kepada salah satu Guru disana, Ibu Dini namanya.

“Murid baru ya, ayo sini duduk dulu” ucap Bu Dini.

“Maaf bu saya Permisi dulu mau balik lagi ke Kelas” ucap Rona.

“Oh iya-iya. Hmm…. Nama kamu siapa?” tanya Bu Dini.

“Cindy Yuvia bu” jawab Cindy.

“Oh jadi ini yang namanya Cindy, asalnya dari mana?”

“Saya dari Jakarta bu”

“Oh gitu…, ya sudah mari Ibu antar ke kelas kamu”

“Baik bu…”

~Sesampainya di kelas.

Cindy terdiam sesaat, ia tidak menyangka ternyata kelas yang dimasukinya adalah kelasnya Rona.

“Perhatian anak-anak ini ada Murid baru pindahan dari Jakarta, ayo perkenalkan diri kamu.”

“Halo…. Semuanya, perkenalkan nama aku Cindy Yuvia, aku pindahan dari Jakarta, salam kenal” ucap Cindy.

“Baik, silahkan kamu bisa pilih tempat duduk kamu, kalo begitu ibu tinggal dulu”

“Baik bu”

Cindy berjalan mencari tempat duduk yang kosong, akhirnya ia memilih untuk duduk di depan tempat duduknya Rona.

“Yee…. Kita sekelas” ucap Rona.

“Iya.. ya aku juga ga nyangka kita bisa sekelas, hehehe”

Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba datang seorang cowok menghampiri mereka berdua.

“Hay Cindy…., kenalin aku Ludi Sehab Hamim, panggil aja aku Ludi, aku ketua kelas disini. Satu lagi, Selamat Datang di kelas kita XI IPA 7..”. Katanya sambil menyalami tangan Cindy dan tersenyum.

“Oke, thanks ya…” jawab Cindy singkat.

Pelajaran pun dimulai dan berlalu dengan sangat cepat. Cindy mulai mengenal satu persatu teman ceweknya dan sebagian teman cowoknya. Saat pulang sekolah tiba-tiba seorang cowok lewat dengan terburu-buru dan tak sengaja menabrak Cindy hingga Hp ditangannya terjatuh, dia langsung refleks berteriak.

“Aaarrrgghh….. kalo jalan liat-liat dong.. tuh Hp aku jadi jatuh… Rusak dah…!!!” Bentak Cindy marah-marah. Yang dimarahi pun diam dan hanya berkata “Maaf…”

“Heh… Hp aku itu rusak, kamu Cuma bilang maaf doang? Tanggung jawab dong….!!!” Kata Cindy lemas sambil melihat Hp nya yang barusan terbanting.

“Sorry, ya udah sini aku benerin…” Katanya sambil mengambil Hp dari tangan Cindy.

Akhirnya Cindy memutuskan untuk menunggu cowok itu memperbaiki Hp nya yang terjatuh tadi. Cindy sempat memandangnya sesaat dan dia baru menyadari bahwa cowo ini lumayan tampan dan manis, sejenak mereka diam membisu dan tiba-tiba cowok itu berkata.

“Oh ya, dari tadi kita diam terus sampai lupa kenalan, kenalin nama aku Rafi yuliansyah panggil aja aku Rafi…”

“Emm…. Aku Cindy Yuvia”

“Hmm….. Cindy Yuvia ya, nama yang indah, boleh ga aku panggil kamu Cindvia aja?” tanya Rafi

“Cindvia….???” jawab Cindy.

“Iya Cindvia, biar beda dari yang lain aja, hehehe” jawab Rafi

“Ya udah deh terserah kamu aja” ucap Cindvia

“Ya udah mulai sekarang aku panggil kamu Cindvia aja hehehe, Eh udah selesai nih, coba cek dulu…., bisa ga?..” Tanya Rafi sambil memberikan Hpnya pada Cindvia.

“Mmmm.. tunggu-tunggu…, oh iya udah bisa kok.. makasih ya.., dan maaf tadi aku udah bentak-bentak kamu, hehe” ucap Cindvia.

“Iya deh, ya udah aku balik duluan ya udah sore nih” kata Rafi sambil berlalu.

Cindvia hanya mengangguk dan memandangi Rafi membereskan bukunya. Tiba-tiba ia mengerlingkan matanya ke Cindvia dan tersenyum padanya.. Oh God.. seakan ada sengatan listrik yang menyengat dan menjalar keseluruh tubuhnya. Cindvia refleks menundukan kepala, dan Rafi pun pergi meninggalkannya sendiri dikelas itu.

~*****~

Cindvia sungguh tak mengerti dengan apa yang terjadi padanya tadi, tapi sampai saat ini ia masih terus merasakan perasaan yang aneh dalam dirinya. Bahkan sampai ia kembali kerumah pun ia masih tidak bisa melupakan kejadian itu. Sejujurnya, sampai saat ini ia belum pernah merasakan sesuatu yang menurutnya sedahsyat itu, setiap kali ada cowok yang memandangnya seperti itu apalagi tersenyum padanya. Tapi kenapa cowok itu lain..?? Cindvia sungguh tidak mengerti… dan harus dia akui juga bahwa kejadian itu cukup membuatnya terjaga sepanjang malam, walaupun ia mencoba untu memejamkan mata, tapi terlalu sulit untuknya bisa tidur dimalam itu.

Pagi harinya Cindvia ngantuk berat, bahkan ketika disekolah pun ia dihukum oleh Pak Lukman (guru paling killer seantero sekolah) gara-gara Cindvia ketiduran dikelas saat jam pelajarannya. Hari ini mungkin jadi hari sialnya untuk Cindvia, dan semua itu terjadi karena satu hal yang menurutnya ga penting banget tapi bisa buat dia galaudan sial kayak gini.

“Teet……..!!!! Teet…….!!!!”

Bel istirahat pun berbunyi, para siswa sekolah berbondong-bondong menuju kantin seperti zombie yang sedang kelaparan, hehe. Ketika lagi serius berfikir dikelas tiba-tiba cowok itu datang, tak lain dan tak bukan Rafi orangnya, cowok yang bikin Cindvia sial dan galau seharian ini.

Cindvia pun langsung pergi dan nggak lagi ngurusin Rafi yang terheran-heran melihat sikapnya yang jutek ke dia. Gimana Cindvia ga kesal coba… kemarin ia udah bikin Cindvia salah tingkah dan nggak bisa tidur semalaman, salah siapa dong kalo udah kaya gitu… Nah loh…???

Akhirnya Kantin sekolah menjadi tempat pelarian Cindvia untuk menghindar dari Rafi.Sampai disana Cindvia langsung memesan makan untuk sekedar mengisi perutnya yang sejak pagi sudah keroncongan. Saat lagi menikmati makanan yang ia pesan, tiba-tiba Rafi datang menghampirinya dan langsung duduk disampingnya. “Nih anak maunya apa sih dari tadi ngikutin aku terus…” Batin Cindvia dalam hati.

“Hai Cindvia…..” Sapa Rafi sambil tersenyum.

“Apa….??? Kamu mau aku siram sama jus ini….??” Ancam Cindvia sambil mengangkat gelas jus yang ia pesan tinggi-tinggi.

“Eit… Eit… jangan marah dulu dong… aku datang kesini baik-baik tau..” kata Rafi.

“Terus kamu maunya apa..??” Kata Cindvia sedikit kesal.

“Mmm……. Traktir aku dong.. lagi kanker nih” kata Rafi dengan nada memelas.

“Hah…. Kanker..??? seriusan???” tanya Cindvia penasaran.

“Iya serius kanker…. Alias kantong kering, wahahaha” jawab Rafi sambil tertawa.

“Nih anak beneran ngajak ribut ya, mau aku siram pake jus hah…???” Ancam Cindvia.

“Eh… eh… tunggu, bercanda doang kok” Ucap Rafi

“Nih cewek galak juga, mainannya ngancem mulu” pikir Rafi

~*****~

Sejak saat itu, Cindvia dan Rafi menjadi semakin dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dank arena itulah Rafi jadi sering ngasih perhatian pada Cindvia. Kedekatan Cindvia dan Rafi membuat banyak cewek disekolah iri, namanya juga cowok ganteng pasti banyak yang demen *ukhuk…, Cindvia pun membicarakan hal ini pada pada Rafi.
"Rafi kamu mulai sekarang kamu juga jangan terlalu dekat dengan aku lagi…” Kata Cindvia padanya.

“Apa….??? Nggak ah… aku nggak mau ngelakuin itu…” Kata Rafi menolak.

“Loh.. emangnya kenapa..???” Kita tetap berteman kok, kita tetap deket, tapi ga kaya dulu lagi, ini semua demi kebaikan kita berdua Raf..” Kata Cindvia menjelaskan.

“Kamu tanya kenapa…?? Aku itu sayang sama kamu Cindvia.. aku cinta sama kamu.. aku nggak bisa jauh dari kamu.. apa kamu ga bisa ngerasain itu semua ??!!” Kata Rafi.

“Haaaaaahhhh…?????” kata Cindvia tak percaya.

“Maaf Cindvia, aku nggak bermaksud ngebuat kamu terkejut kayak gini, tapi kamu emang harus tau perasaan aku yang sebenarnya, Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, sejak pertama kali kita bertemu..” Kata Rafi menjelaskan.

“Kamu beneran sayang sama aku…??” tanya Cindvia ragu.

“Iya Cindvia, aku sayang sama kamu itu tulus dari hati aku, kamu masih nggak percaya..??” Kata Rafi meyakinkan.

“Aku percaya kok…., tapi sejak kapan kamu suka sama aku?” Ucap Cindvia.

“Sejak pertama kali kamu masuk kelas, aku udah ngerasain sesuatu yang aneh, yang gak pernah aku rasain sebelumnya, waktu pertama kali kita kenal gara-gara tragedy Hp itu, aku semakin mengagumi kamu, dan setelah kita deket, menjalani hari-hari bersama, Aku semakin yakin kalau yang aku rasain itu bukan sekedar rasa sayang sebagai sahabat, tetapi lebih dari itu..” jawab Rafi.

Cindvia terdiam, Rafi pun kembali bertanya.

“Oh ya, terus gimana, kamu mau gak jadi pacar aku…??” Tanya Rafi mengagetkan.

“M..em, gimana ya? Gini deh, aku kan suka banget sama bunga mawar, kalau kelopak bunga mawarku udah lepas semua, aku akan ngasih tau jawabannya..” Kata Caindvia menjelaskan.

“Oke deh.., aku setuju..” jawab Rafi sambil tersenyum.

“Makasih ya Rafi kamu udah mau ngertiin aku” balas Cindvia sambil tersenyum.

~*****~

Sudah dua minggu berlalu, hubungan Cindvia dengan Rafi malah semakin dekat, janji yang dikatakan Rafi padanya untuk membuatnya yakin akan perasaan Rafi dan membuatnya bisa mencintai Rafi, ternyata benar-benar Rafi lakukan. Rafi selalu berusaha untuk membuatnya bahagia, tertawa, dan tersenyum setiap saat. Rafi selalu menghiburnya disaat ia sedih, dan selalu menemaninya disaat ia butuh seseorang disampingnya. Dan perlahan Cindvia pun mulai menyadari bahwa dia juga menyayanginya dan mencintainya lebih dari seorang sahabat.

Pagi ini suasana kelas masih sepi, hanya ada 4 orang yang ada di dalam kelas ketika Cindvia sampai disana. Tapi tak berselang kemudian, Cindvia melihat banyak sekali murid yang berkerumun di depan ruang guru. Apalagi dari semua murid yang berkerumun itu adalah cewek-cewek disekolah ini. Cindvia sanagat heran, karena hal yang seperti itu jarang terjadi disini. Cindvia pun menanyakan hal itu kepada Ludi, sang ketua kelas. *sang ketua kelas…?? Asekkk……

“Eh Ludi, tadi aku lewat ke depan ruang guru, keliatannya rame banget gitu, emang ada apaan sih disana?? Kok rame amat ya…” Tanya Cindvia.

“Oh ada murid baru pindahan dari Jakarta..” jawab Ludi.

“Ooohh.. kaya ga ada kerjaan aja mereka, emang murid baru itu cowok apa cewek sih..??” tanya Cindvia.

“Cowok lah, kalo nggak salah sih namanya Radit..” jawab Ludi lagi.

“Ooh.. Radit… Haaaaaahhhh…???? Radit..???” kata Cindvia kaget. Dia baru menyadari kalau nama itu sangat familiar baginya.

“Iya, emangnya kena Cin..?? Kamu kenal..??” tanya Ludi.

“Hmm… Eng.. enggak kok, aku nggak kenal, Cuma aget aja, kayaknya namanya familiar gitu..” kata Cindvia gugup.

“Oh ya, eh Rafi mana..?? Tumben banget jam segini belum nongol tuh anak” tanya Cindvia lagi.

Tiba-tiba Rafi datang, “Aku disiniiii……….” Teriaknya.

“Nah tuh udah datang, eh Raf, nih anak dari tadi nyariin kamu loh..” ucap Ludi sembari menunjuk ke Cindvia.

“Apaan sih kamu Di, siapa juga yang nyariin dia..” kata Cindvia mengelak.

“Mmm… pake ngeles lagi, udah jelas-jelas tadi kamu nanyain Rafi...” kata Ludi memojokan.

Wajah Cindvia udah merah banget karena malu.

“Udah, udah.. gitu aja kok pake diributin sih, yang di kangenin kamu biasa aja…” kata Rafi kepedean.

“Idihhh…. Pede banget sih jadi orang..” kata Cindvia.

“Hahaha… biarin :p” kata Rafi

Sejenak mereka bertiga terdiam dan berpandang-pandangan. Cindvia,Rafi, dan Ludi refleks ketawa bareng, dan saking serunya mereka tidak sadar bahwa keadaan kelas sudah ramai. Tiba-tiba Pak Lukman datang, ditemani dengan seorang murid cowok yang wajahnya tidak asing lagi untuk Cindvia

“Oh.. God.. Radit..??? Apa ini hanya mimpi..??? kenapa ia bisa ada disini..???” Batinnya. Cindvia mlai cemas, badannya berkeringat dingin.

“Ehm.., minta perhatiannya sebentar.. ada murid baru disekolah kita, dan dia memilih untuk masuk di kelas ini.. Radit silahkan memperkenalkan diri..” kata Pak Lukman.

“Pagi…. Perkenalkan nama saya Radit, lengkapnya Raditya Bisma Pratama… saya pindahan dari Jakarta…” kata Radit memperkenalkan diri.

“Aku harap kalian bisa menerimaku dan berteman denganku…” jelasnya lagi. Dan parahnya kali ini ia melirik kearah Cindvia.

“Oh.. Tuhan.. dia benar-benar Radit, mantan pacarku dulu.. kenapa ia bisa ada disini..??” jerit Cindvia dalam hati.

Disaat yang sama, Rafi menyadari kegelisahan Cindvia, “Kamu kenapa..?? sakit..??” tanyanya.

“Oh gak kok, gak apa-apa, emang kenapa..??” tanya Cindvia agak gugup.

“Gak apa-apa, kok keliatannya gelisah gitu..” kata Rafi.

“Engga kok, nyantai aja :)” kata Cindvia lagi sambil menampakan senyumnya yang paling manis.

“Baik Radit, terima kasih atas perkenalannya sekarang kamu boleh milih tempat dudukmu.. semoga kamu betah bersekolah disini..” kata Pak Lukman.

“Iya Pak, makasih..” ucap Radit.

Kemudian Radit berjalan mengitari kelas mencari tempat duduk, dan anehnya lagi ia memilih untuk duduk di belakang Cindvia dan Rafi, alias disamping Rona.

“Kenapa dia harus milih duduk disitu.., ngeselin banget nih anak, maunya apa coba..??” gumam Cindvia kesal, tapi Radit hanya terdiam, seolah tidak mengenal Cindvia.

“Nyebelin banget nih anak, sombong lagi.., apa dia udah gak kenal lagi sama aku.. apa mungkin dia udah lupa..??” batin Cindvia.

“Yah.. sudahlah, biarin aja dia mau lupa sama aku kek, mau nggak kenal juga terserah dia, ngapain juga aku ngurusin dia, toh aku juga udah punya Rafi” Batinnya lagi, sambil tersenyum melirik kearah Rafi.

~*****~

Yup.., sore hari ini Cindvia bersiap diri untuk menemui Rafi. Yah hari ini adalah hari Minggu dimana Cindvia akan menyampaikan jawabannya pada Rafi. Cindvia pergi dengan hati yang berbunga-bunga plus berdebar-debar. Cindvia janjian dengan Rafi untuk bertemu di taman kota. Ketika sampai disana, ia tidak melihat Rafi, sehingga ia pun memutuskan untuk menunggunya sembari duduk di bangku taman dibawah pohon yang rindang. Tiba-tiba dari arah belakang seseorang menutup mata Cindvia dari arah belakang. “Ah. Pasti ini Rafi” batin Cindvia dalam hati.

“Rafi, akhirnya kamu datang juga..” kata Cindvia.

Perlahan seseorang itu melepaskan tangannya, dan Cindvia pun menoleh kebelakang…, tapi ternyata ia bukan Rafi melainkan Radit… Cindvia terkejut, sangat terkejut.

“Radit…, ngapain kamu disini..” kata CIndvia kaget.

“Hai… maaf aku udah bikin kamu terkejut, tadinya aku kerumah kamu, pengen ngomong sesuatu ke kamu, tapi kata kakak kamu, kamunya lagi keluar, ya udah aku kesini, kebetulan banget ya…., atau mungkin udah ditakdirkan..???” ucap Radit seakan tak bersalah.

Cindvia terdiam, lalu Radit berkata “Cin boleh minta waktunya sebentar ga..?? aku pengen ngomong sesuatu ke kamu..” kata Radit sembari memohon.

Cindvia menghela nafas, “Ya udah kamu mau ngomong apa, cepetan, aku ga ada waktu, aku lagi ada urusan penting..” kata Cindvia cuek.

“Oke, begini, sebenernya aku masih sayang sama kamu Cin, aku mau balikan sama kamu, aku pindah kesini sebenernya hanya ada satu alasan, yaitu aku pengen ngikutin kamu, aku pengen ketemu kamu lagi, aku pengen kita bisa balikan lagi kayak dulu, kali ini aku bener-bener serius, aku janji ga akan nyakitin kamu lagi…” kata Radit.

Lagi-lagi Cindvia dibuat terkejut oleh Radit, pengakuannya barusan benar-benar bikin Cindvia kaget, Cindvia tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Radit.

“Apa kamu bilang..??? pengen balikan kayak dulu lagi.?? Maaf Dit, aku gak bisa, aku udah gak ada perasaan apa-apa lagi ke kamu..” kata Cindvia meminta maaf.

“Aku nggak peduli Cin, aku akan ngelakuin apapun buat kamu asalkan kamu bisa mencintai aku lagi.. Cindy, aku sayang sama kamu..” kata Radit sembari menggenggam kedua tangan Cindvia.

“Radit..!!! Apa-apaan sih kamu.. dengar ya, sakit hati aku ke kamu tuh masih belum hilang, emang kamu pikir semudah itu aku bisa ngelupain semua yang udah kamu lakuin ke aku di masa lalu.. kamu udah bikin hati aku terluka, kamu udah bikin hati aku hancur, dan kamu bisa dengan mudahnya bilang ke aku kalau kamu masih sayang sama aku, kamu pengen balikan sama aku lagi hah..?? gak akan Radit..” kata Cindvia kesal sambil melepaskan genggaman Radit.

“RADIT…!!!! APA-APAAN KAMU…!!!” Tanpa disadari Rafi sudah berdiri diantara Cindvia dan Radit.

“Rafi..!!!” kata Cindvia kaget.

“Apa yang kamu lakukan hah..?? Radit..!!! berani-beraninya lo nyentuh Cindvia..!!” bentak Rafi pada Radit.

“Hah..?? emangnya lo siapa..?? Lo bukan siapa-siapanya dia, Cindy itu cewek gue… jadi terserah gue dong mau ngapain.” Jelas Radit.

“Apa..?? maksud lo apaan..?? emang sejak kapan kalian kenal..?? Lo lihat dia juga baru kemarin.. beraninya Lo ngaku-ngaku jadi pacarnya Cindvia..!!” kata Rafi lagi.

“Cindvia..??? oh jadi kamu dipanggil Cindvia ya sama dia..??” tanya Radit kepada Cindvia.

Cindvia hanya terdiam….

“Diam lo Dit, jangan ngaku-ngaku jadi pacarnya Cindvia lah…!!!” ucap Rafi.

“Oh, Lo gak dikasih tau sama dia ya… kasihan banget.. ya udah nih Gue kasih tau ya.. Cindy itu mantan pacar Gue, dulu kita pernah pacaran,, dan bentar lagi kita bakal balikan kayak dulu lagi, iya kan sayang..??” kata Radit sambil merangkul pundak Cindvia.

Wajah Rafi seketika langsung berubah,, seakan percaya gak percaya, “Cin.. bener apa yang diomongin sama Radit barusan..??” tanya Rafi.

“Apa-apaan sih Radit..?? Rafi, please jangan percaya sama dia,, dan kamu Radit, denger ya, aku gak bakal pernah balikan lagi sama kamu, aku udah gak ada perasaan apapun ke kamu.. ngerti..??!!!!” kata Cindvia marah.

“Cindvia, aku bener-bener nggak nyangka kamu bakal ngelakuin ini sama aku, kamu tega bohongin aku, bahkan kamu udah mempermainkan perasaan aku, aku kecewa sama kamu CIndvia..” kata Rafi seraya pergi menjauh.

“RAFFFIII..!!!!” kata Cindvia mencegah. Cindvia langsung berlari menyusul Rafi untuk menjelaskan semuanya.

“Rafffii tungguuu… dengerin dulu penjelasan aku… aku nggak ada apa-apa sama dia, tadinya aku pengen ketemu kamu, pengen ngomong sesuatu ke kamu, ayolah Rafi please maafin aku, ini semua salah paham..!!” teriak Cindvia pada Rafi.

Cindvia mempercepat langkahnya menyusul Rafi karena hari ini langit tak secerah biasanya, awan mendung menghiasi langit biru, dan tetes demi tetes air hujan mulai turun membasahi bumi dan juga mereka berdua.

“Kamu mau jelasin apa lagi hah..??!! Semuanya udah jelas, kamu emang nggak pernah bisa mencintai aku, dihati kamu Cuma ada Radit..!!” kata Rafi lagi.

“Radit itu cuma mantan pacar aku, aku udah nggak ada perasaan lagi sama dia, please kamu percaya sama aku..!!” kata Cindvia menjelaskan.

Langkah Rafi terhenti, tiba-tiba ia berbalik kearah Cindvia. “Jangan kamu ikutin aku lagi, jauhin aku, kamu pergi dari sini..!!” Kata Rafi  membentaknya.

“Tapi Raf...

“CEPAT PERGI DARI SINI!!!!”

Cindvia terkejut melihat sikap Rafi padanya, Cindvia pun meninggalkannya. Tak terasa air mata Cindvia mengalir begitu deras seiring air hujan yang membasahi tubuhnya. Cindvia berhenti sejenak, menumpahkan semua kesedihannya, Cindvia berteriak di tengah gemuruh suara air hujan. Samar-samar Cindvia melihat Rafi berlari ke arahnya sambil mengucapkan sesuatu, tapi Cindvia sama sekali tak mendengarnya. Cindvia mencoba mendengar apa yang dikatakan oleh Ical,

“CINDVIAAA AWAAASS…. ADA MOBILL..!!!!” teriak Rafi.

Cindvia benar-benar terkejut. Cindvia ingin segera menyingkir dari tempat itu dan menyelamatkan diri. Cindvia memejamkan mata dan tak tahu lagi bagaimana keadaannya. Tiba-tiba seseorang mendorong Cindvia sehingga ia terhindar dari mobil yang melaju kencang ke arahnya. Ternyata orang yang menolong dan menyelamatkan Cindvia adalah Rafi. Sialnya Rafi lah yang akhirnya tertabrak oleh mobil itu, Cindvia langsung segera mendekat ketempat Rafi tergeletak, dan seketika air mata Cindvia mengalir begitu deras.

“Rafi… bangun.. ini aku Cindvia.. bangun Rafi…!!!”

Samar-samar Rafi mendengar suara Cindvia, perlahan Rafi  membuka matanya, hujan masih mengguyur deras, dan Rafi mengeluarkan banyak darah, disampingnya ada Cindvia, ia memangku kepala Rafi.Rafi mencoba untuk mengucapkan sesuatu, sambil menahan sakit.

“Cin,,vi,,a m,,,maafin,, a..ku aku udah salah paham” Kata Rafi terbata-bata.

“Iya aku juga ngerti, sebenernya aku tuh mau ngomong sama kamu kalo Aku Sayang sama kamu Aku Cinta sama kamu dan aku mau jadi pacar kamu” kata Cindvia lagi sambil tersenyum untuk Rafi, meski dalam hatinya ia sangat sedih melihat keadaan Rafi yang sangat parah.

“Maafin aku juga Rafi, please jangan tinggalin aku,,” kata Cindvia sambil berurai air mata dan menggenggam erat jari Rafi yang berlumuran darah.

Rafi tersenyum, “Cindvia,, aku,, gak,, akan,, ninggalin ka,,mu,, kok,, a,ku,, akan, selalu,, di samping ka,,mu,, jangan,, nangis gitu dong,,” Jawab Rafi sembari menghapus air mata Cindvia.

Tiba-tiba badan Rafi terasa semakin sakit, dia sudah tidak kuat lagi menahannya, nafasnya berdetak semakin lambat dan lambat, mata Rafi berkunang kunang, pandangannya meredup, Rafi merasa bahwa itu adalah saat terakhirnya untuk dia berada di dunia, Rafi kembali menatap Cindvia yang masih menangis.

“Cin ka,,mu,, harus I,,nget 1 hal,,,,, aku a,,kan se,,la,,lu sayang sa,,ma ka,,mu, a,,ku akan selalu ada bu,,buat kamu,,, dan aku akan,, se,,lalu disamping mu,,, meskipun, jika seandainya aku udah gak ada di dunia ini lagi, Aku,,, sayaaang,, banget,, sa,,ma,, ka,,mu,,” Rafi mengucapkan kata-kata terakhirnya untuk Cindvia

“Kamu ngomong apa sih Raf,, kamu akan selalu ada disini nemenin aku,, kamu gak akan pergi ninggalin aku,,” Kata Cindvia yang semakin berurai air mata mendengar Rafi berbicara seperti itu.

Rafi pun tersenyum untuk Cindvia, untuk yang terakhir kalinya. Pelan Rafi memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya, sudah siap Rafi untuk pergi ke tempat yang sangat damai, ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Rafi,, Rafi,,, Rafi,,, bangun Raf…!!! Jangan pergi tinggalin aku,,,” kata Cindvia berteriak

“RAAFFFIII………….!!!!!!!!!!”

Menyadari bahwa Rafi telah tidak bernafas lagi. Cindvia menangis dan mengusap lembut wajah Rafi, “Aku sayang kamu Raf, tapi kenapa kamu ninggalin aku begitu cepat, RAFIIII…..!!!!” Kata Cindvia sembari memeluk tubuh Rafi erat sekali.

Yah, Rafi telah tiada, telah pergi meninggalkan dunia ini, meninggalkan Cindvia untuk selama-lamanya. Tapi walaupun Rafi telah pergi dan takkan kembali, Rafi akan selalu ada untuk Cindvia, jiwa Rafi akan selalu menemani Cindvia dan satu hal yang paling penting, Rafi akan selalu menyayangi Cindvia.


Sabtu, 18 Januari 2014

Profile SMPN 194 Jakarta Timur

                                         SMPN 194 Jakarta Timur       My profil

 PROFILE SEKOLAH
     Nama Sekolah                                    :  SMP Negeri 194 Jakarta
     No. Statistik Sekolah                          :   201016403052
     Luas                                                     :   7.177m2
    Alamat Sekolah                                  :   Jl Pendidikan Raya IX Komplek IKIP
                                                                        :   (Kecamatan)Duren Sawit
                                                                        :   (Kabupaten/Kota) Jakarta Timur
                                                                        :   (Propinsi) DKI Jakarta
    Telepon/HP/Fax                                   :   021-8628255
    Status Sekolah                                      :   Negeri
    Nilai Akreditasi Sekolah                       :   A ( Amat Baik )

PROFILE KEPALA SEKOLAH
    Nama                                                        : Dra. Yayuk Mudjiati, MPd
    NIP/NRK                                                   : 13541093/152147
    Pangkat/Golongan                               : Pembina/IVa 
    Pendidikan                                              : S2
    Pengalaman Kepala Sekolah              : 1. Kepala SMPN 251 Jakarta
                                                                         2. Kepala SMPN 223 Jakarta
                                                                         3. Kepala SMPN 194 Jakarta      
PROFILE KOMITE
    Ketua                                                      : Ny. Hj. Asnahwati, SH, MH
    Wakil Ketua                                           : Drs. Haryono
    Sekretaris                                              : Setiawan Rosadi
    Bendahara                                             : Ir. H. Sutarsa
    BPK                                                          : Ir. Yurida   

WAKIL KEPALA SEKOLAH                        : Zaenudin, SPd
                                                                     : Masri, SPd
STAF                                                            : Dewi Iriani, SPd ( Staf Kurikulum )
                                                                     : Syamhudi  ( Staf 7K )
                                                                     : Drs. Nendi ( Staf Kesiswaan )